SLAWI, disdukcapil.tegalkab.go.id — Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kembali ramai dimanfaatkan warga Kabupaten Tegal. Sebanyak 93 akun IKD warga Kelurahan Kagok, Kecamatan Slawi, berhasil diaktifkan dalam pelayanan jemput bola Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal yang berlangsung di Kantor Kelurahan Kagok, Kamis (17/9/2026).
Sebagian besar warga datang untuk memenuhi kebutuhan akses digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos). Aktivasi IKD diperlukan warga yang hendak melakukan pendaftaran melalui portal perlinsos, maupun mereka yang ingin menyampaikan sanggah atas data atau hasil proses yang tercantum dalam portal tersebut.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal, Iwan Kurniawan, A.P., M.M., mengatakan meningkatnya kebutuhan aktivasi IKD menunjukkan bahwa identitas digital kini semakin dibutuhkan masyarakat untuk mengakses layanan pemerintah.
“Sekarang IKD bukan hanya tentang memiliki identitas dalam bentuk digital. Masyarakat mulai merasakan manfaatnya karena ada layanan pemerintah yang membutuhkan IKD untuk proses pendaftaran maupun penyampaian sanggah secara digital,” kata Iwan.
Menurutnya, Disdukcapil akan terus mendorong pelayanan aktivasi IKD agar semakin dekat dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan di tingkat kelurahan dan desa. Pendampingan diperlukan agar warga tidak hanya berhasil mengaktifkan akun, tetapi juga memahami cara menggunakannya.
Iwan mengimbau warga yang belum memiliki akun IKD dan telah memenuhi persyaratan untuk segera melakukan aktivasi. Terlebih, masyarakat yang membutuhkan akses layanan digital pemerintah dapat lebih mudah menggunakannya setelah akun IKD aktif.
“Prinsipnya kami ingin masyarakat tidak kesulitan ketika membutuhkan layanan digital. Kalau ada pelayanan di desa atau kelurahan, silakan dimanfaatkan untuk melakukan aktivasi dan berkonsultasi dengan petugas,” ujarnya.
Sebanyak 93 akun yang berhasil diaktifkan di Kelurahan Kagok menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan identitas digital terus berkembang, khususnya seiring dengan pelaksanaan digitalisasi perlindungan sosial.