SLAWI, disdukcapil.tegalkab.go.id — Pagi itu, Kamis (18/06/2026), sebuah kendaraan operasional milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal memasuki Desa Wringinjenggot, Kecamatan Balapulang. Di dalamnya terdapat tim perekaman biometrik KTP elektronik yang membawa perangkat perekaman lengkap. Tujuan mereka bukan kantor desa ataupun balai warga, melainkan dua rumah penduduk yang selama ini kesulitan mengakses layanan administrasi kependudukan.
Rumah pertama yang didatangi dihuni seorang penyandang disabilitas mental. Petugas harus bekerja dengan penuh kesabaran untuk membangun komunikasi dan menciptakan suasana yang nyaman sebelum proses perekaman dilakukan. Berbeda dengan pelayanan di kantor yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit, perekaman terhadap warga rentan sering kali memerlukan pendekatan khusus agar proses dapat berjalan lancar.
Perjalanan kemudian berlanjut ke rumah warga penyandang disabilitas fisik. Kondisi kesehatan yang membatasi mobilitas membuat warga tersebut tidak memungkinkan datang langsung ke lokasi pelayanan adminduk. Kehadiran petugas di rumah menjadi solusi agar hak kependudukan warga tetap terpenuhi.
Kegiatan jemput bola ini merupakan layanan rutin Disdukcapil Kabupaten Tegal yang dilaksanakan berdasarkan permohonan masyarakat melalui pemerintah desa. Dengan mendatangi langsung warga yang mengalami hambatan fisik maupun mental, Disdukcapil berupaya memastikan tidak ada penduduk yang tertinggal dalam kepemilikan dokumen kependudukan.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal, Iwan Kurniawan, A.P., M.M., mengatakan pelayanan administrasi kependudukan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dokumen kependudukan. Bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun warga rentan lainnya, petugas kami siap hadir langsung ke rumah apabila memang tidak memungkinkan datang ke lokasi pelayanan,” ujarnya.
Melalui layanan jemput bola tersebut, Disdukcapil tidak hanya merekam data biometrik, tetapi juga menghadirkan negara lebih dekat kepada masyarakat yang membutuhkan.