SLAWI, disdukcapil.tegalkab.go.id — Gunungan berisi aneka sayuran dan buah-buahan yang dibawa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal menjadi salah satu daya tarik dalam Kirab Tombak Kyai Plered pada peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal. Gunungan tersebut bahkan ludes diperebutkan warga usai kirab berlangsung pada Minggu (17/8/2026).
Kirab budaya yang dimulai dari Monumen GBN Slawi menuju Alun-alun Rumah Dinas Bupati Tegal itu dipadati ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute kegiatan. Sedikitnya terdapat 51 kendaraan hias yang menampilkan gunungan hasil bumi dari berbagai instansi dan elemen masyarakat.
Dalam parade tersebut, Disdukcapil Kabupaten Tegal menghadirkan mobil hias bertema “Dukcapil Luwih Apik” dengan membawa misi peningkatan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih mudah, cepat, tepat, gratis, serta bebas pungutan liar dan korupsi.
Gunungan yang disusun dari berbagai hasil bumi seperti cabai, tomat, jagung, terong, hingga buah-buahan segar itu menjadi perhatian warga. Sesaat setelah acara selesai, masyarakat langsung berebut isi gunungan yang dipercaya membawa keberkahan dan simbol kemakmuran.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal, Iwan Kurniawan, mengatakan keikutsertaan Disdukcapil dalam kirab budaya bukan sekadar memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tegal, tetapi juga sebagai media sosialisasi pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan semangat Dukcapil yang lebih baik dan dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan budaya seperti ini, pesan pelayanan adminduk yang mudah, cepat, benar, gratis, serta no pungli dan no korupsi bisa lebih dikenal warga,” ujarnya.
Menurutnya, gunungan hasil bumi yang dibawa juga memiliki makna rasa syukur serta harapan agar pelayanan publik di Kabupaten Tegal semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kirab Tombak Kyai Plered sendiri menjadi salah satu rangkaian tradisi budaya tahunan yang selalu dinanti masyarakat dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal. Selain sarat nilai budaya, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan sekaligus ajang mempererat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.