SLAWI, disdukcapil.tegalkab.go.id — Peran operator data desa disebut menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pengentasan kemiskinan di daerah. Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, saat kegiatan pembangunan sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi di Pendopo Amangkurat Pemerintah Kabupaten Tegal, Sabtu (2/7/2026).
Dalam arahannya, menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan bahwa kualitas dan pembaruan data dari desa menjadi penentu tepat atau tidaknya penyaluran bantuan sosial maupun program pemberdayaan masyarakat.
“Operator data desa memegang peran strategis. Akurasi data menentukan keberhasilan seluruh kebijakan sosial pemerintah,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.
Menurutnya, tugas operator desa saat ini tidak lagi sekadar administratif, melainkan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Pemerintah pun terus mendorong transparansi pembaruan data dengan membuka ruang partisipasi publik melalui aplikasi Cek Bansos dan kanal resmi lainnya.
Kabupaten Tegal dinilai memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi contoh penguatan perlindungan sosial berbasis desa. Saat ini tercatat sebanyak 96.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sosial di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, proses pendataan kini juga diperkuat melalui pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Sistem digital tersebut memungkinkan proses verifikasi identitas dilakukan secara lebih cepat dan akurat melalui pencocokan data biometrik dan data kependudukan nasional.
Penggunaan IKD dinilai mampu meminimalisasi data ganda maupun kesalahan sasaran penerima bantuan. Selain itu, teknologi ini juga mempercepat proses validasi di lapangan karena agen Perlinsos dapat langsung melakukan pengecekan identitas penerima secara digital.
Melalui penguatan data berbasis desa dan dukungan teknologi kependudukan digital, pemerintah berharap program bantuan sosial tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mendorong masyarakat menuju kemandirian ekonomi secara bertahap.